Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 92, dengan Tema: Bersatu dan Bangkit

Foto untuk : Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 92, dengan Tema: Bersatu dan Bangkit

Kongres Pemuda atau Kerapatan Besar Pemuda diselenggarakan sebanyak dua kali. Kongres Pemuda I diselenggarakan pada tanggal 30 April hingga 2 Mei tahun 1926 sedangkan Kongres Pemuda II diselenggarakan pada tanggal 27 hingga 28 Oktober tahun 1928, yang masing-masing kongres diselenggarakan di kota Batavia (Jakarta).

Di kedua kongres tersebut dihadiri oleh beberapa perhimpunan pemuda/pemudi ketika itu, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Ruku, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks Bond dan masih banyak lagi.

Hasil penelusuran Tirto.id, yang mengutip dari buku Peranan Gedung Kramat Raya 106 dalam Melahirkan Sumpah Pemuda (1996) karya Mardanas Safwan, menyebutkan bahwa salah satu tujuan diselenggarakannya Kongres Pemuda I yaitu mencari jalan membina perkumpulan pemuda yang tunggal, yaitu dengan membentuk sebuah badan sentral yang dimaksudkan untuk memajukan persatuan, kebangsaan Indonesia dan demi menguatkan hubungan antara sesama perkumpulan pemuda kebangsaan di tanah air.

Setelah Kongres Pemuda I usai, beberapa butir hasil kongres, dianggap masih kurang padu dan masih adanya beda pendapat antar perhimpunan dan delegasi. Maka, dengan begitu kongres dilanjutkan dengan mengadakan Kongres Pemuda II, yang diadakan selama 2 hari dengan rincian 3 kali rapat. Beberapa gedung yang menjadi saksi penyelenggaraan Kongres Pemuda II yaitu Gedung Katholikie Jongenlingen Bond, Gedung Oost-Java Bioscoop dan Gedung Indonesische Clubhuis Kramat.

Sebelum mengakhiri Kongres Pemuda II, lagu “Indonesia” yang kini dikenal dengan lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman dikumandangkan. Lalu, ditutup dengan pengikraran rumusan hasil kongres dan dianggap sebagai Sumpah Setia dari kalangan pemuda pemudi tanah air yang bertuliskan:

 

Pertama.

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia,

Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe,

Tanah Indonesia.

 

Kedoea.

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia,

Mengakose Berbangsa jang Satoe,

Bangsa Indonesia.

 

Ketiga.

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia,

Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean,

Bahasa Indonesia.

 

Tahun 2020, peringatan Hari Sumpah Pemuda sudah mencapai tahun yang ke 92. Beberapa persiapan untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda sudah dipersiakan seperti pengusungan tema dan logo Hari Sumpah Pemuda yang ke 92 di tahun 2020.

Tema yang diusung dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2020 yaitu Bersatu dan Bangkit. Di samping pengusungan tema, Kementeri Pemuda dan Olahraga juga meluncurkan logo Hari Sumpah Pemuda ke 92. Logo yang diluncurkan mengandung makna di setiap bagiannya.

Dua insasn yang saling terhubung menggambarkan semangat persatuan pemuda Indonesia yang aktif dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia pada Hari Sumpah Pemuda ke 92.

Warna biru pada logo melambangkan lautan dan warna hijau melambangkan hutan atau pertanian Indonesia sebagai salah satu kekayaan Sumber Daya Alam Negeri.

Konsep logo yang dibuat seakan menyambung dan tidak terputus melambangkan semangat persatuan dan kerjasama untuk melawan Covid-19.

Perpaduan warna yang beragam melambangkan keberagaman Indonesia pada agama, suku, ras dan bahasa.

Font: Montserrat Bold, memiliki kesan tegas sebagai salah satu sifat pemuda yang energic dan aktif.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, Bersatu dan Bangkit!

 

Sumber Bacaan:

http://museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id/sejarah-sumpah-pemuda/

https://www.kemenpora.go.id/pengumuman/12/materi-publikasi-hari-sumpah-pemuda

https://tirto.id/isi-makna-sejarah-hari-sumpah-pemuda-28-oktober-1928-eku2

https://www.kemenkopmk.go.id/pemerintah-matangkan-persiapan-peringatan-hari-sumpah-pemuda

https://tirto.id/tema-hari-sumpah-pemuda-2020-makna-dan-artinya-f6gE

PPDB
Aplikasi CBT

Ke Atas